TRANSLATE THIS BLOG TO OTHERS LANGUAGE

SUBMIT BLOG KE 275 SEO GRATIS..!! Cool Text: Logo and Button Generator - SUBMIT 275 SEO
GrowUrl.com - growing your website ===========================================

VISIT MY NEW WEBSITE

Thanks to all of who visited this blog..

In a last few weeks I makes new website for mining information.

Please visit my website here

http://blok21.com




Thank you

Selasa, 17 Maret 2009

Kedutaan Kanada Selenggarakan Seminar Peluang Pertambangan di Indonesia

JAKARTA.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada hari Senin (16/3) membuka seminar bertajuk “Seminar on Indonesia’s Mining Opportunities”, yang diadakan oleh kedutaan Kanada dan berkerjasama dengan Indonesian Mining Association (IMA). Seminar mengambil tempat di Bimasena tersebut direncanakan akan berlangsung hingga tanggal 17 Maret. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara misi pertambangan Kanada untuk mencari peluang bagi perusahaan-perusahaan pertambangan Kanada dalam dunia pertambangan di Indonesia.

Dalam kata sambutannya, MESDM mengungkapkan bahwa kegiatan ini menunjukkan adanya perhatian yang besar dari pelaku pertambangan di Kanada terhadap kesempatan bisnis sumber daya alam di Indonesia, terutama pertambangan mineral dan batubara yang sedang memasuki era baru dengan berlakunya UU Minerba. “UU Minerba ditujukan agar dapat menguntungkan semua stakeholder, sehingga merupakan tanggung jawab kita semua untuk bekerjasama dalam menciptakan sector pertambangan yang lebih modern dan menguntungkan”.

Selain seminar, misi pertambangan juga diisi oleh acara jejaring dengan para anggota Asosiasi Pertambangan Indonesia (API), dan serangkaian kunjungan ke lapangan. Perusahaan pertambangan Kanada yang menghadiri acara tersebut terdiri atas Barrick Gold, East Asia Minerals Corp, Kalimantan Gold Corp, Southern Arc Minerals, Sheritt International, Sierra Geological Corporation, dan South East Asia Mining Corporation. Acara misi pertambangan ini akan berlangsung hingga 19 Maret 2009.


(ESDM)

Enam Wilayah Kerja CBM Siap Ditandatangani

JAKARTA. Road Map Pengembangan Coal Bed Methane (CBM) menetapkan tahun 2009 sebagai titik awal dari CBM yang ditandai dengan penandatanganan kontrak-kontrak awal CBM. Enam kontrak kerja sama wilayah kerja CBM siap ditandatangani pada Mei mendatang. Untuk tahun 2009, pemerintah merencanakan penandatanganan 14 wilayah kerja CBM. Hingga saat ini, 7 wilayah kerja CBM telah ditandatangani yaitu Blok Sekayu, Blok Indragiri Hulu, Blok Barito Banjar II, Blok Bentian Besar, Blok Sangatta dan Blok Kutai.

Hal ini disampaikan Dirjen Migas Departemen ESDM, Evita H Legowo dalam 2nd CBM World Conference (10/3) di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh para stakeholder terkait CBM yang sebagian besar berasal dari luar negeri.

Dari sisi regulasi, pengusahaan CBM tunduk pada ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (UU No.21 tentang Migas) dan Permen No. 40/2006 tentang Penetapan dan Penawaran Wilayah Kerja Migas (disempurnakan dengan Permen No. 35 tahun 2008) serta Permen No. 33 tahun 2006 tentang Pengusahaan Gas Metana Batubara (disempurnakan dengan Permen No. 36 tahun 2008).

Penawaran wilayah kerja CBM dapat dilakukan melalui penawaran langsung (direct offer) dan lelang (tender terbuka). Namun dikarenakan berbagai kendala, baru sistem penawaran langsung yang digunakan untuk CBM. Diharapkan pada akhir tahun 2009 penawaran wilayah kerja CBM melalui lelang dapat dilakukan.

CBM adalah gas bumi yang terperangkap di dalam batubara. Pada awal kegiatan operasionalnya, dibutuhkan biaya yang cukup besar mengingat karakteristik yang berbeda dengan gas alam konvensional. Melalui pengeboran tertentu, CBM diekstraksi dari lapisan batu bara. Proses ini tidak akan mengurangi deposit batu baranya karena yang diambil hanya CBM yang terperangkap. Dibandingkan gas alam, CBM memiliki periode produksi lebih singkat. Umumnya, produksi terbesar atau puncak produksi terjadi pada periode tahun produksi ke 2 hingga ke 7. Sedang lama periode produksi pada kisaran 10 hingga 20 tahun, lebih pendek dibandingkan dengan gas alam yang bisa mencapai 30 hingga 40 tahun.

Indonesia memiliki potensi sumber daya CBM sekitar 450,3 Triliun Cubic Feet (TCF). Cadangan CBM sebesar itu tersebar pada sebelas areal cekungan (basin) batubara di berbagai lokasi di Indonesia. Sebelas basin lokasi CBM itu adalah Sumatera Selatan (183 TCF), Barito (101,6 TCF), Kutei (80,4 TCF) dan Sumatera Tengah (52,5 TCF) untuk kategori high prospective. Basin Tarakan Utara (17,5 TCF), Berau (8,4 TCF), Ombilin (0,5 TCF), Pasir dan Asem-Asem (3,0 TCF) dan Jatibarang (0,8) memiliki kategori moderate prospective. Sedang basin Sulawesi (2,0 TCF) dan Bengkulu (3,6 TCF) berkategori low prospective.


(ESDM)

PT Timah Membuka Pabrik Tin Chemical di Cilegon

Usai peletakan batu pertama pembangunan pabrik tin Chemical, Dirut PT Timah Tbk Wachid Usman menjelaskan, konstruksi pabrik direncanakan selesai dalam 12 bulan, mudah - mudahan bisa lebih cepat. Adapun produk yang dipasarkan natinya menggunakan brand Bankastab.

Adapun latar belakang pembangunan pabrik tin chemical ini, menurut Wachid didasarkan atas pertimbangan sejarah PT Timah yang mengalami pasang surut akibat naik turunnya harga timah yang tajam. Menyadari rawannya ketergantungan terhadap harga timah yang fluktuatif ini, maka diversifikasi usaha harus dilakukan untuk mengurangi ketergantungan perusahaan pada single commodity logam timah baik secara vertical maupun horizontal.

Bisnis tin based tin chemical dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan dan menambah devisa negara; optimalisasi nilai tambah cadangan timah yang tak terbaharui dan terus berkuran; mengembangkan industri, membuka lapangan pekerjaan dan menimbulkan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi daerah; membentuk kompetensi dibidang industri kimia dan ikut mendorong stabilitas harga timah internasional.

Mulai Produksi 2010

Dikatakan Wachid, pembangunan pabrik diatas lahan seluas 8 hektar ini diharapkan bisa break even point dalam periode 3 tahun. Diperkirakan pabrik tin chemical tersebut dapat mulai berproduksi pada awal tahun 2010 dengan kapasitas produksi 10 ribu ton bankastab dan dalam masa tiga tahun akan ditingkatkan lagi kapasitas produksinya menjadi 30 ribu ton per tahun. Pembangunan pabrik ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah karena merosotnya harga timah dunia scara drastis.

Menurut Wachid pembangunan pabrik ini juga akan memberikaqn multiplier effect seperti mendorong stabilitas harga timah internasional, mendorng pertumbuhan industri timah dalam negeri, memperluas tenaga kerja, mendorong pertumbuhan industri kimia dalam negeri meningkatkan perekonomian derah serta memacu semangat pengembangan industri logam mineral lainnya.

Sementara itu Sekretaris Kementrian Negara BUMN Said Didu menyatakan bahwa pembangunan pabrik ini menunjukkan bahwa sektor industri timah sudah mengalami kemajuan. "Dengan peletakan Batu ini merupakan simbol bahwa kita sudah merdeka karena 20% dari produksi timah kita sudah digunakan oleh kita sendiri. Ditegaskan pula bahwa Tahun 2009 ini adalah tahun politik bagi politisi namun bagi BUMN merupakan tahun investasi bukan tahun krisis.

Ada banyak keuntungan dalam dibangunnya pabrik tin chemical ini yasng berlokasi di kawasasn industri PT KIEC diantaranya; lokasi yang strrategis dan memenuhi spesifikasi kriteria AMDAL, ketersediaan infrastruktur (jalan dan dermaga), ketersediaan fasilitas air, listrik, gas dan saluran komunikasi, kemudahan bersinergi dengan bisnis internasional, kemudahan mendapatkan bahan baku utama dan bhan baku penunjang, kemudahan memobilisasi tenaga kerja yang kompeten. Selain itu tersedia pula fasilitas sosial dan umum seperti rumah sakit, sekolah, hotel, apartemen, tempat rekreasi, pertokoan, dan lain-lain.

Dorongan Pertumbuhan Daerah

Sedangkan dalam pertumbuhan dalam pandangan Gubernur Banten Hj Ratu Atut Chosiyah sebagaimana dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Investasi Drs. H. Dulmuji, hadirnya pabrik tin chemical ini akan menambah kapsitas industri kimia di Banten dan ini berguna untuk memenuhi pasar yang masih terbuka. Menurut Gubernur kehadiran pabrik ini juga mendorong pertumbuhan daerah juga sekaligus mensejahterakan rakyat melalui pembukaan lapanagn kerja yang bermuara pada pengentasan kemiskinan.

Gubernur juga berharap bahwa pembangunan Pabrik Tin Chemical in agar dapat membawa manfaat yang besar bagi perusahaan dan masyarakat sekitar dan lebih jauh lagi dpat memberikan kontribusi bagi perkembangan perekonomian Banten.

Selain jajaran komisaris dan Direksi PT Timah dan anak
perusahaan, hadir pula Sekretaris Jenderal Kementerian BUMN M Said Didu, Gubernur Banten yang diwakili oleh staf ahli bidang Ekonomi dan Industri, Kapolda Banten, Walikota Banten dan pejabat lainnya.


Gambaran Umum Produk

Tin Bassed Tin Chemical adalah stabilisator panas (heat stabilizer) yang paling baik karena sangat efektif untuk penggulungan, pembentukan dan penyuntikan bahan cetakan PVC yang mempunyai sifat keras. Bahan ini juga dipakai dalam industri plastik, pengepakan makanan dan produk PVC keras lainnya. Telah digunakan secara luas sebagai bahan bangunan plastik seperti pintu, jendela plastik, pipa air dan bahan dekorasi. Oleh karena itu, bahan ini telah mengganti stabilisator panas untuk plastik yang mengandung racun sangat tinggi seperti Lead Based Tin Chemical.

Tin Based Tin Chemical ada tiga tipe yaitu methyltin, butyltin dan octyltin. Dua dari tyoe tersebut diterapkan sebagai aplikasi pengemasan yang langsung kontak dengan makanan dan minuman yaitu methyltin dan octyltin. Tipe methyltin diterapkan pada aplikasi pipa PVC untuk air minum dan instalasi air bersih pada pabrik pengolahan makanan.

Keuntungan penggunaan Tin Based Tin Chemical sebagai berikut:

  1. Ramah lingkungan
  2. Aman dikonsumsi masyarakat
  3. Untuk bahan konstruksi karena mempunyai daya tahan lebih baik
  4. Stabil pada kondisi temperatur tinggi terutama untuk produk elektronik
  5. Penggunaan lebih efisien 20% dibanding produk PVC Stab yang lain

(PTTIMAH)

PTBA UKIR FANTASTIS KINERJA 2008

Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) mengu‏kir kinerja yang mengesankan sepanjang tahun 2008. Perusahaan pelat merah itu mencatat kenaikan laba nersih dan penjualan yang signifikan.


PTBA membukukan penjualan tahun 2008 sebesar Rp 7,216 triliun atau naik 75% dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 4,123 triliun.

Demikian laporan keuangan PTBA tahun 2008 yang dipublikasikan, Kamis (12/3/2009). Laporan keuangan ini diaudit oleh KAP Haryanto Sahari & Rekan (Pricewaterhouse Coopers).

Laba usaha PTBA naik 178% menjadi Rp 2,493 triliun dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 896,984 miliar.

Sedangkan laba bersih yang didapat mencapai Rp 1,707 triliun melonjak tajam hingga 135% dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 726,211 miliar.

Perusahaan BUMN ini juga mencatat total aset yang besar di akhir tahun 2008 menjadi Rp 6,106 triliun dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 3,979 triliun.

Mayoritas saham PTBA yakni sebesar 65,02% dikuasai oleh negara Republik Indonesia. Sisanya dimiliki publik.



(PTBA)
Submit your site to
20 Search Engines for FREE!
Title
URL
Email
addme.com search engine submission
Search Engine Submission - AddMe Link Popularity Tool - AddMe
=============================================